PADANG — Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPD AMPHURI) Sumatera Barat, Zul Apendi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana galodo dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Barat. Bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu tidak hanya merenggut ratusan nyawa, tetapi juga memutus akses antarwilayah serta meninggalkan kerusakan besar di sejumlah daerah.
Zul Apendi, yang juga dikenal sebagai Direktur Utama Holiday Travel, menyampaikan bahwa bencana ini memukul banyak keluarga di Sumbar dan membutuhkan penanganan cepat serta dukungan dari banyak pihak.
“Musibah ini sangat memprihatinkan. Korbannya ratusan orang, akses terputus, dan pekerjaan pemulihan sangat berat,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan ponsel dari lokasi bencana, Selasa (9/12/2025).
Sebagai bentuk kepedulian, AMPHURI Sumbar bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan ke berbagai titik terdampak. Bantuan logistik dan kebutuhan mendesak disalurkan ke Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, hingga Kota Padang.
“Alhamdulillah, bantuan dari AMPHURI pusat dan dari jejaring AMPHURI daerah lain sudah kami distribusikan. Kami juga turut membantu membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur,” kata Zul.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, pada Rabu (3/12/2025), AMPHURI telah menyalurkan bantuan awal di Kabupaten Solok sebelum melanjutkan pendistribusian ke wilayah lainnya.
Selain bantuan fisik, Zul Apendi bersama tim DPD AMPHURI Sumbar juga menyalurkan dukungan moral dengan mengunjungi warga terdampak secara langsung. Mereka berupaya memberikan kekuatan dan motivasi kepada para korban yang kehilangan keluarga, rumah, maupun mata pencaharian.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat. Kami ingin masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ujian ini,” tuturnya.
Zul berharap upaya AMPHURI Sumbar dan jaringannya dapat membantu proses pemulihan masyarakat, sekaligus menguatkan solidaritas kemanusiaan bagi Ranah Minang yang tengah dirundung duka.





